Adab Murid kepada Guru Berdasarkan Kitab Al-Ala
Dalam tradisi pesantren, kitab Al-Ala menjadi pegangan dasar bagi penuntut ilmu. Kitab ini dengan sangat lugas memaparkan bahwa keberhasilan seorang murid tidak hanya bergantung pada kecerdasan otak, melainkan pada ketundukan hati dan etika terhadap gurunya.
Berikut adalah poin-poin adab murid kepada guru yang disarikan dari bait-bait kitab tersebut:
1. Memuliakan Guru adalah Syarat Utama
Ilmu adalah sesuatu yang mulia, dan ia tidak akan menetap pada jiwa yang sombong. Murid harus menempatkan guru di posisi yang tinggi.
لاَ تَنَالُ الْعِلْمَ إِلاَّ بِسِتَّةٍ ... وَإِرْشَادُ أُسْتَاذٍ
Engkau tidak akan mendapatkan ilmu kecuali dengan enam perkara... (salah satunya adalah) bimbingan seorang guru.
2. Memberikan Penghormatan (Takzim) secara Mutlak
Menghormati guru bukan hanya saat beliau sedang mengajar, tetapi juga menjaga sikap saat berada di luar kelas. Hal ini merupakan wujud syukur atas ilmu yang diberikan.
وَتَعْظِيْمُ أُسْتَاذٍ وَحُرْمَتُهُ
Dan (di antaranya adalah) memuliakan guru serta menghormatinya.
3. Bersabar Menghadapi Proses Bimbingan
Guru seringkali memberikan teguran atau arahan yang mungkin terasa berat bagi murid. Kesabaran adalah kunci agar ilmu tersebut dapat terserap dengan sempurna.
وَطُوْلُ زَمَانٍ وَاجْتِهَادٍ وَبُلْغَةٍ
Dan (di antaranya adalah) lamanya waktu, bersungguh-sungguh, serta memiliki bekal (untuk menuntut ilmu)
4. Memilih Guru yang Tepat dan Mengikuti Arahannya
Seorang murid tidak boleh merasa "lebih tahu" dari gurunya. Mengikuti arahan guru berarti mempercayai metode yang beliau gunakan untuk kebaikan muridnya.
وَإِخْبَارُ أُسْتَاذٍ وَطُوْلُ زَمَانٍ
Dan (di antaranya adalah) mendengarkan/mengikuti petunjuk guru, serta lamanya waktu (belajar)
5. Memiliki Semangat dan Ketekunan
Adab kepada guru juga dibuktikan dengan semangat murid saat belajar. Tidak bermalas-malasan di depan guru adalah bentuk penghargaan tertinggi atas waktu dan tenaga yang telah beliau curahkan.
أَخِي لَنْ تَنَالَ الْعِلْمَ إِلاَّ بِسِتَّةٍ ... سَأُنْبِيْكَ عَنْ مَجْمُوْعِهَا بِبَيَانٍ
Wahai saudaraku, engkau tidak akan memperoleh ilmu kecuali dengan enam perkara... akan kuberitahukan kepadamu perinciannya dengan jelas.
Kesimpulan
Kitab Al-Ala mengajarkan kita bahwa ilmu adalah cahaya. Guru adalah perantara sampainya cahaya tersebut. Jika perantaranya tidak dihormati, maka cahaya tersebut akan sulit menerangi hati murid. Dengan mempraktikkan adab-adab ini, semoga kita semua menjadi penuntut ilmu yang mendapatkan berkah, bukan sekadar tumpukan teori yang tidak membekas dalam perbuatan.