Amalan-amalan Utama di Bulan Muharram
Alhamdulillah, tidak lama lagi kita akan meninggalkan tahun 1447 Hijriah dan melangkah masuk ke tahun yang baru, 1448 Hijriah. Sebagai umat Muslim, pergantian tahun ini bukan sekadar perubahan angka di kalender, melainkan momen penting untuk merefleksikan diri serta meningkatkan kualitas ibadah kita.
Bulan pertama dalam kalender Hijriah dinamakan Muharram. Rasulullah ﷺ menyebut bulan ini sebagai Syuhrullah (Bulan Allah). Muharram juga termasuk dalam salah satu dari empat Asyhurul Hurum (bulan-bulan yang disucikan), di mana setiap amal kebaikan akan dilipatgandakan pahalanya, dan sebaliknya, perbuatan dosa di bulan ini dosanya menjadi lebih besar.
Lalu, apa saja amalan-amalan utama yang dianjurkan untuk kita kerjakan di bulan Muharram ini beserta dasarnya? Yuk, simak ulasannya berikut!
1. Memperbanyak Puasa Sunah
Amalan yang paling utama di bulan Muharram adalah memperbanyak ibadah puasa. Puasa sunah di bulan ini memiliki kedudukan yang sangat mulia, bahkan menjadi puasa terbaik setelah puasa wajib di bulan Ramadhan.
Dalil Hadis: Rasulullah ﷺ bersabda:
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «أَفْضَلُ الصِّيَامِ بَعْدَ رَمَضَانَ شَهْرُ اللَّهِ الْمُحَرَّمُ، وَأَفْضَلُ الصَّلَاةِ بَعْدَ الْفَرِيضَةِ صَلَاةُ اللَّيْلِ»
Puasa yang paling utama setelah (puasa) Ramadhan adalah puasa pada bulan Allah yang bernama Muharram. Sementara salat yang paling utama setelah salat wajib adalah salat malam. (HR. Muslim)
2. Melaksanakan Puasa Hari Asyura (10 Muharram)
Di antara seluruh hari di bulan Muharram, tanggal 10 Muharram atau yang dikenal sebagai Hari Asyura memiliki keistimewaan yang luar biasa. Berpuasa pada hari tersebut dapat menghapuskan dosa-dosa kecil setahun yang lalu.
Dalil Hadis: Rasulullah ﷺ bersabda:
صِيَامُ يَوْمِ عَاشُورَاءَ، أَحْتَسِبُ عَلَى اللهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِي قَبْلَهُ
Puasa Asyura, aku memohon kepada Allah agar dapat menghapuskan dosa setahun yang lalu. (HR. Muslim)
3. Melaksanakan Puasa Hari Tasu’a (9 Muharram)
Untuk membedakan diri (menyelisihi) dari tradisi kaum Yahudi yang juga berpuasa pada tanggal 10 Muharram, Rasulullah ﷺ sangat menganjurkan umat Islam untuk ikut berpuasa pada hari sebelumnya, yaitu tanggal 9 Muharram (Hari Tasu'a).
Dalil Hadis: Rasulullah ﷺ bersabda:
لَئِنْ بَقِيتُ إِلَى قَابِلٍ لَأَصُومَنَّ التَّاسِعَ
“Seandainya aku masih hidup hingga tahun depan, niscaya aku akan berpuasa pada hari kesembilan (bersama hari kesepuluh).” (HR. Muslim)
(Catatan untuk Siswa & Wali Murid: Di tahun 2026 ini, puasa Tasu'a dan Asyura insya Allah akan jatuh pada sekitar tanggal 24 dan 25 Juni 2026. Mari kita persiapkan diri!)
4. Memperbanyak Amal Saleh dan Menjauhi Maksiat
Karena Muharram adalah bulan haram yang suci, Allah ﷻ melarang kita untuk menzalimi diri sendiri (berbuat maksiat). Sebaliknya, para ulama menjelaskan bahwa memperbanyak amal saleh seperti sedekah, membaca Al-Quran, berzikir, dan berbuat baik kepada sesama sangat ditekankan di bulan ini.
Dalil Al-Quran: Allah ﷻ berfirman dalam Surah At-Taubah ayat 36:
فَلَا تَظْلِمُوا فِيهِنَّ أَنْفُسَكُمْ
“...maka janganlah kamu menganiaya dirimu dalam bulan yang empat itu...”
Mari kita manfaatkan momentum bulan Muharram 1448 H ini dengan sebaik-baiknya. Mari kita latih diri kita, para siswa-siswi tercinta, untuk menghidupkan sunah-sunah Rasulullah ﷺ di atas.
Semoga Allah menerima seluruh amal ibadah kita di tahun yang lalu dan memberikan kita kekuatan serta keistiqomahan untuk menjadi pribadi yang lebih bertakwa di tahun yang baru ini. Amin ya Rabbal 'Alamin.